EVENT REPORT : CLAPHAM STARTUPFEST 2017 (DAY 1)

Kabar gembira tentang kembalinya festival startup Medan yang disiarkan jauh-jauh hari oleh tim Clapham Collective akhirnya berbuah manis. Animo pengunjung acara Clapham Startupfest 2017 sudah terasa begitu tinggi sejak awal, ditandai dengan jumlah pengunjung yang mencapai 173 orang dari hari pertama.

Setelah diawali dengan kata sambutan dan penjelasan format acara oleh Christopher Angkasa (founder Clapham Collective), festival yang berlangsung selama 2 hari (17-18 Februari) ini kemudian menghadirkan Fajar Anugerah dari Kinara Indonesia sebagai pembicara pertama yang membawakan keynote speech tentang pemahaman kewirausahaan sosial serta upaya perusahaan investasinya dalam memberikan dukungan pendanaan pada bisnis sosial.

Fajar Anugerah (Kinara Indonesia)

Di sela-sela keynote speech, panitia pun tak lupa mengumumkan bahwa pada saat yang bersamaan telah dibuka 2 kelas workshop berdurasi 2 jam di lantai 2 Clapham Collective, di mana Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) membawakan topik mengenai Angel Investment kepada 48 orang peserta dan Adam Pahlevi (Midtrans) yang menggelar workshop tentang seluk beluk e-commerce dan chat commerce yang diikuti oleh 37 orang peserta.

Karissa Adelaide (ANGIN)

Begitu suasana pagi menghangat karena sharing session yang berapi-api, panggung utama lantas beralih fungsi menjadi pitch floor bagi 8 dari total 15 startup lokal yang memanfaatkan festival ini untuk mendapatkan exposure ataupun mencari pendanaan. Dengan durasi pitching selama 10 menit yang diberikan kepada masing-masing peserta, Onanonan.com dari Institut Teknologi DEL menjadi partisipan pertama yang maju untuk menjelaskan konsep bisnisnya dalam membantu penjualan dan pemasaran produk-produk etnik dan kerajinan tangan khas daerah. Setelah Onanonan.com, Avokado.id memperkenalkan aplikasi panduan untuk mencari tempat makan sesuai kriteria penggunanya.

Di Clapham Startupfest 2017, setiap pemegang Startup Pass juga diberi peluang untuk berkonsultasi dengan calon investor dalam sesi Investor Speed Dating. Sebanyak 12 perwakilan startup diberikan waktu 10 menit untuk berkomunikasi langsung dengan calon investor dari Kejora, Coffee Venture, ANGIN, dan Kinara Indonesia.

Sementara itu di ruangan auditorium, Andy Zain dari Kejora Group tampil menjadi sumber inspirasi bagi calon-calon pendiri startup dengan memberikan keynote speech tentang cara mendapatkan ide, mulai dari perencanaan, menentukan target, hingga pentingnya realisasi. 

Andy Zain (Kejora)

Usai sesi tersebut, giliran 2 startup lokal lain melakukan pitching di atas panggung, di antaranya Qoin App yang meluncurkan layanan pembayaran berbasis aplikasi untuk turis internasional serta Valvoonline yang memperkenalkan situs penyedia produk dan jasa dengan potongan harga sebagai konsep bisnisnya.

Keynote speech berikutnya datang dari Brian Marshal (SIRCLO) yang membawakan kiat-kiat berbisnis online secara kredibel, cerdas, dan inovatif, misalnya mencari peluang usaha dengan cara mencermati kondisi pasar.

Setelah jeda singkat, acara Clapham Startupfest 2017 kembali dilanjutkan dengan pitching dari Bibitnomic, sebuah startup Fintech yang mengusung layanan menabung dan mikro investasi.

Selanjutnya sesi fireside chat dengan topik What Makes a Good Founder dari Willson Cuaca (East Ventures) membagikan banyak info menarik, mulai dari memaparkan kualitas penting yang diperlukan oleh seorang startup founder (seperti integritas, self-awareness, sifat kontradiktif) hingga potensi e-commerce yang patut dilirik di Indonesia.  

Di tahap Investor Panel, pengunjung acara terlihat semakin memadati auditorium demi menyaksikan perbincangan Chris Angkasa dengan 3 orang investor sekaligus, yaitu Willson Cuaca, Kevin Darmawan (Coffee Ventures) dan Edy Tan (Medan Tech Valley). Namun di pertengahan acara, tidak sedikit pula penonton yang memilih keluar untuk mengikuti kelas workshop bertema How to Pitch? yang dibawakan oleh Andy Zain (Kejora Group).

Sebelum penutupan hari pertama Clapham Startupfest 2017, pitch floor diramaikan dengan kegiatan pitching dari 3 startup lokal, yaitu Simplidots yang menawarkan solusi pengembangan aplikasi penunjang bisnis, Crazfood berupa situs penyedia ulasan tempat makan, dan GuideU – startup yang menghubungkan wisatawan dengan pemandu dari lokasi setempat.

Clapham Startupfest 2017 juga menyediakan booth di lantai 2 dan 3 untuk para mitra dan sponsor yang telah banyak mendukung penyelenggaraan acara, di antaranya Gojek, Midtrans, Lazada, Lumut, UNPRI & SAB College, Bibitnomic, Trimitrasis, serta Coffeenatics, H&Co., K3Mart, dan Zisel Gelateria.

TEXT by Elvy Tan