Pitching : Langkah untuk Mewujudkan Startup Impianmu

A man who moves a mountain begins by carrying away small stones.”

Seperti kutipan bijak dari Konfusius (seorang filsuf kenamaan asal negeri Tirai Bambu) di atas, setiap founder pemula pasti akan selalu dituntut untuk memindahkan banyak sekali “bebatuan kecil” seiring perjalanannya mengembangkan sebuah startup.

Di fase awal, salah satu tantangan bagi para startup founders pemula seringkali adalah bagaimana memperoleh modal usaha yang cukup untuk mendukung perusahaan rintisannya. Beruntung, kehadiran pemodal seperti angel investor maupun Venture Capital kini mampu menyediakan kucuran dana yang sesuai kebutuhan. Namun, tentu saja ada prosedur yang harus diikuti untuk mendapatkan akses pendanaan tersebut. Sebagai startup founder, kamu pun wajib melakukan pitching terlebih dahulu untuk bisa memenangkannya.  

Mengapa Pitching Diperlukan?

Tak kenal maka tak sayang, begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan pentingnya pitching dalam membangun kemitraan antara calon investor dengan startup founder. Tanpa mengenal dengan jelas seluk beluk perusahaan rintisanmu, bagaimana pemodal mau membantu? Untuk itulah pitching diperlukan.

Dilansir dari situs Tech in Asia, pitching didefinisikan sebagai “sebuah paparan business plan yang kamu sampaikan secara verbal kepada investor prospektif dalam waktu yang singkat.” Tujuannya tidak lain adalah untuk membuat calon investor berminat pada startup kamu dan mau menanamkan modalnya di situ. Bila berhasil memenangkan hati para calon investor dengan teknik pitching yang menarik, bukan tidak mungkin tahap selanjutnya dalam proses fundraising  akan berjalan lancar.

Dengan mengikuti sesi pitching di festival-festival startup terkemuka, misalnya Clapham Startupfest 2017, partisipasi kamu bisa pula mendatangkan benefit lain, di antaranya menjadi lebih dikenal oleh publik dan bahkan memperoleh peningkatan jumlah user atau customer karena exposure yang meningkat.

Bagaimana Caranya?

Berbagai persiapan matang harus kamu lakukan untuk meyakinkan calon pemodal agar bersedia memberikan pendanaan, di antaranya yaitu menyusun pitch deck dan berlatih sebaik mungkin untuk mempresentasikannya sesuai pemahaman dan karakter masing-masing.

Bagi yang belum familiar, pitch deck adalah presentasi singkat yang menceritakan informasi startup (seperti latar belakang, susunan keanggotaan tim, jenis produk/jasa, data traksi) serta perencanaan bisnis kamu kepada calon mitra, pelanggan, atau investor yang akan diajak untuk bekerja sama.

Pada dasarnya, tidak ada persyaratan yang mutlak dalam membuat sebuah pitch deck yang efektif. Namun berikut ini kami sudah mencantumkan link situs yang dapat kamu jadikan referensi dalam membuat pitch deck di sini : http://www.inc.com/larry-kim/your-startup-s-pitch-only-needs-these-10-slides.html

Jenis-jenis Pitching

Setelah mengetahui cara membuat pitch deck yang ringkas dan padat, mari berkenalan dengan beberapa metode pitching berikut ini yang ternyata juga bervariasi dari segi waktu eksekusinya.

  • Elevator Pitch

Istilah ini digunakan untuk mewakili jenis pitching dengan teknik presentasi yang cepat dan tepat. Menurut Investopedia (situs pendidikan finansial terbesar di dunia), elevator pitch mewajibkan startup founder untuk memaparkan perencanaan bisnis dan memasarkan produk/jasa kepada calon pemodal dalam rentang waktu yang sangat pendek, biasanya sekitar 20-60 detik saja, seperti waktu yang dihabiskan dalam sekali naik lift.

  • Escalator Pitch

Mirip dengan elevator pitch, di sini startup founder harus dapat menjelaskan perencanaan bisnisnya secara ringkas kepada calon investor dalam waktu tidak lebih dari 60 detik.

  • Twit Pitch

Variasi dari elevator pitch ini mengikuti keunikan media sosial Twitter di mana startup founder melakukan pitching dengan menyajikan proposal bisnis yang singkat tanpa melewati batasan 140 karakter sehingga tidak menyita terlalu banyak waktu dari calon investor yang super sibuk.

Jenis pitching ini tentu saja memberikan lebih banyak tekanan pada para startup founder dalam membuat pitch deck karena harus mengkompresi informasi yang kompleks ke dalam space yang terbatas. Triknya adalah dengan memasukkan beberapa keyword penting agar calon investor dapat melihat bobot kontennya dalam sekali baca.

  • Napkin Pitch

Mengambil namanya dari pertemuan kasual seorang pebisnis dengan calon investor yang membicarakan ide bisnis sambil minum teh/kopi, napkin pitch biasanya hanya memaparkan ide dasar dari sebuah bisnis yang saking singkatnya bisa dituliskan di atas sebuah serbet. Namun karena implementasinya sangat sederhana dan kurang mendetail, napkin pitch tidak lagi banyak diterapkan dalam tahap pitching formal kepada calon investor.

Nah, itulah sekilas info tentang pitching yang harus kamu ketahui sebagai seorang startup founder. Jika kamu sudah memiliki prototipe startup atau bahkan sudah menjalankan startup dan ingin mengembangkannya, Clapham Collective memberikan kesempatan buat kamu untuk ‘hit the pitch floor’ di hadapan calon investor serta calon user dan customer  pada acara Clapham Startupfest 2017 tanggal 17-18 Februari mendatang.

Caranya, kamu cukup memperkenalkan startup kamu beserta anggota di dalam tim dengan perannya masing-masing kemudian beri penjelasan mengapa startup kamu layak untuk pitching di acara Clapham Startup Fest 2017. Email ke [email protected] dengan subject ‘I Want to Hit the Pitch Floor’ sebelum tanggal 27 Januari 2017!

Nah, itulah sekilas info tentang pitching yang harus kamu ketahui sebagai seorang startup founder. Jika kamu sudah memiliki prototipe startup atau bahkan sudah menjalankan startup dan ingin mengembangkannya, Clapham Collective memberikan kesempatan buat kamu untuk ‘hit the pitch floor’ di hadapan calon investor serta calon user dan customer  pada acara Clapham Startupfest 2017 tanggal 17-18 Februari mendatang.

Caranya, kamu cukup memperkenalkan startup kamu beserta anggota di dalam tim dengan perannya masing-masing kemudian beri penjelasan mengapa startup kamu layak untuk pitching di acara Clapham Startup Fest 2017. Email ke [email protected] dengan subject ‘I Want to Hit the Pitch Floor’ sebelum tanggal 27 Januari 2017!

TEXT by Elvy Tan

Clapham - E Banner-WIDGET (1)